
Assistive Technology Partners – Air cucian beras sering kali dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki beragam manfaat untuk perawatan kulit, khususnya wajah. Kaya akan nutrisi alami seperti vitamin B, vitamin E, mineral, dan antioksidan, air ini telah digunakan secara turun-temurun dalam perawatan kulit tradisional di berbagai budaya, terutama di Asia. Berikut adalah beberapa manfaat utama air cucian beras untuk wajah dan cara penggunaannya.
Air cucian beras mengandung asam ferulat dan allantoin, yang dikenal dapat membantu mencerahkan kulit. Nutrisi ini bekerja dengan mengurangi noda hitam dan hiperpigmentasi pada wajah. Dengan penggunaan rutin, wajah dapat terlihat lebih cerah dan bercahaya secara alami.
“Simak Juga: PCOS pada Wanita, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya”
Kandungan vitamin E di dalamnya sangat baik untuk menjaga kelembapan kulit. Air ini membantu menghidrasi kulit sehingga terasa lembut, kenyal, dan tidak kering.
Air cucian beras juga efektif untuk mengontrol produksi minyak berlebih pada wajah. Ini sangat bermanfaat bagi mereka yang memiliki kulit berminyak atau kombinasi, karena dapat membantu mengurangi kilap berlebihan tanpa membuat kulit kering.
Bagi kulit yang sensitif atau sedang mengalami iritasi, air ini memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu meredakan kemerahan dan rasa perih. Sifat menenangkan ini juga cocok digunakan setelah terpapar sinar matahari.
Antioksidan di dalamnya membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak kolagen kulit dan menyebabkan penuaan dini pada wajah. Dengan demikian, air ini dapat menjaga elastisitas kulit, sehingga kulit tetap kencang, sehat, bercahaya, dan tampak awet muda.
Bilas beras dengan sedikit air untuk menghilangkan kotoran. Air pertama ini sebaiknya dibuang.
Tambahkan air bersih ke beras, gosok lembut, lalu ambil airnya. Air ini adalah yang mengandung nutrisi terbaik untuk kulit.
Celupkan kapas ke dalam air cucian beras, lalu usapkan pada wajah. Diamkan selama 15-20 menit sebelum dibilas dengan air bersih.
“Baca Juga: Implan Payudara, Dari Kepercayaan Diri Hingga Potensi Risiko”
Assistive Technology Partners - Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2023 menyebutkan 1,3 miliar orang mengalami bentuk disabilitas signifikan secara global.…
Assistive Technology Partners - Lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia mengalami disabilitas, namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat…
Assistive Technology Partners - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 1,3 miliar orang atau 16 persen dari populasi dunia mengalami…
Assistive Technology Partners - Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, permintaan terhadap alat bantu mobilitas cerdas melonjak drastis seiring dengan…
Assistive Technology Partners - Data World Health Organization (WHO) 2023 menyebutkan hanya 1 dari 10 orang yang membutuhkan alat bantu…
Assistive Technology Partners - Lebih dari 22 juta penduduk Indonesia tercatat memiliki keterbatasan fungsi tubuh berdasarkan data BPS 2022, namun…