
Assistive Technology Partners – Sialolith atau batu di kelenjar ludah adalah kondisi medis yang jarang terjadi, tetapi dapat menimbulkan ketidaknyamanan yang signifikan. Kondisi ini terjadi ketika mineral mengendap di dalam kelenjar ludah, membentuk batu kecil yang menghalangi aliran ludah. Sialolith lebih sering terjadi pada orang dewasa dan jarang ditemukan pada anak-anak.
Sialolith adalah pembentukan batu di dalam kelenjar ludah, terutama pada kelenjar submandibula yang terletak di bawah rahang. Batu ini terbentuk dari pengendapan mineral, seperti kalsium, yang bercampur dengan protein dan lendir dalam air liur. Ketika batu terbentuk dan menghalangi aliran ludah, seseorang dapat mengalami rasa nyeri, pembengkakan, dan bahkan infeksi pada kelenjar ludah.
“Simak Juga: Tahi Lalat Jadi Keganasan? Fakta yang Tidak Boleh Diabaikan”
Kurangnya asupan cairan dapat membuat air liur menjadi lebih kental, sehingga meningkatkan risiko pembentukan batu.
Gangguan seperti peradangan pada kelenjar ludah atau trauma fisik dapat menghambat aliran ludah dan memicu pengendapan mineral.
Konsumsi makanan tinggi kalsium berlebih dapat meningkatkan risiko terbentuknya endapan mineral.
Beberapa penyakit seperti sindrom Sjögren, yang menyebabkan mulut kering, dapat meningkatkan risiko pembentukan batu di kelenjar ludah.
Gejala sialolith dapat bervariasi tergantung pada ukuran batu dan tingkat penyumbatan. Beberapa gejala umum meliputi:
Pengobatan untuk sialolith bergantung pada ukuran batu dan tingkat keparahan gejala. Berikut adalah beberapa langkah penanganan:
Menghidrasi tubuh dapat membantu melarutkan batu kecil dan mendorong aliran air liur.
Mengunyah permen karet bebas gula atau makan makanan asam dapat merangsang produksi air liur, membantu membersihkan sumbatan.
Memijat area yang terkena dengan lembut dapat membantu mendorong batu keluar.
Jika batu terlalu besar atau gejalanya parah, dokter mungkin melakukan prosedur seperti sialoendoskopi untuk mengangkat batu.
Dalam kasus yang sangat jarang, batu besar mungkin memerlukan pembedahan untuk diangkat secara manual.
“Baca Juga: Kulit Acne-Prone? Hati-Hati dengan Sunscreen SPF Tinggi”
Assistive Technology Partners - inovasi terbaru berupa exoskeleton ringan meningkatkan mobilitas bagi 1,2 juta penyandang disabilitas di Indonesia, menurut data…
Assistive Technology Partners - Inovasi alat kesehatan disabilitas terbaru memanfaatkan sensor gerak canggih, memungkinkan pengguna mengendalikan peralatan rumah tangga hanya…
Assistive Technology Partners - Satu dari tujuh orang di dunia mengalami disabilitas, namun akses terhadap perangkat kesehatan adaptif masih sangat…
Assistive Technology Partners, Jakarta - Sekitar 15 persen populasi global atau satu miliar orang hidup dengan disabilitas, namun data WHO…
Assistive Technology Partners - Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2023 menyebutkan 1,3 miliar orang mengalami bentuk disabilitas signifikan secara global.…
Assistive Technology Partners - Lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia mengalami disabilitas, namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat…